Sejarah Baru Kaur
MoU Kerjasama Pembangunan Kabupaten Kaur dengan Kabupaten Muara Enim, pembangunan jalan baru menembus perbatasan
Virtual Meeting Musrenbang RKPD 2021 Provinsi Bengkulu
Pantai Way Hawang
Wisata Pantai, Taman Wisata Alam Way Hawang yang erat dengan kisah lama si Pahit Lidah....
Rapat Koordinasi Pemantapan Jadwal Musrenbang RKPD Tingkat Kecamatan 2020
Rapat Koordinasi dalam rangka persiapan Musrenbang RKPD Tingkat Kecamatan Se-Kabupaten Kaur tahun anggaran2021
Pantai Laguna Ujung Lancang
Wisata Bahari yang sedang populer saat ini.
Pantai Wisata Air Langkap
Siaga Corona Covid-19
https://www.covid19.go.id/

Berita

Laporan Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Dunia Triwulan I Tahun 2020

Pada triwulan I tahun 2020 dunia diguncang pandemi COVID-19 yang memaksa berbagai negara mengurangi aktivitas ekonomi. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi semua negara kembali tertekan. Pertumbuhan beberapa negara mengalami kontraksi, dan sebagian lainnya masih tumbuh positif meskipun jauh dibawah pertumbuhan normal. Perekonomian Tiongkok berbalik terkontraksi hingga 6,8 persen. Jepang terkontraksi semakin dalam sebesar 3,4 persen. Sementara itu, Amerika Serikat masih tumbuh positif sebesar 0,3 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia sendiri tertekan menjadi 2,97 persen. 

Pertumbuhan ekonomi di sebagian besar wilayah tumbuh lebih lambat. Wilayah Bali Nusra, Kalimantan, serta Maluku Papua tumbuh di bawah pertumbuhan nasional. Seluruh komponen pengeluaran menunjukkan perlambatan yang cukup signifikan. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga melambat menjadi sebesar 2,8 persen. Kinerja ekspor dan impor juga menurun seiring terhambatnya aktivitas perdagangan antar negara. Impor terkontraksi 2,2 persen sementara ekspor tumbuh 0,2 persen. Sektor utama Indonesia tumbuh melambat namun sektor jasa tumbuh lebih cepat. Sektor jasa kesehatan tumbuh hingga 10 persen pada triwulan berjalan. Kinerja tersebut terkait dengan penyebaran wabah COVID-19 yang mendorong permintaan jasa kesehatan. 

Tahun 2020 diperkirakan akan mejadi tahun yang berat terutama dari sisi perpajakan. Hingga akhir triwulan I tahun 2020, penerimaan perpajakan melambat 0,02 persen. Namun, secara keseluruhan realisasi pendapatan negara dan hibah meningkat hingga Rp376,0 triliun. Sementara itu, belanja negara juga meningkat menjadi Rp452,4 triliun didorong oleh belanja modal dan belanja sosial. Meskipun meningkat, namun komponen Transfer Ke Daerah dan Dana Desa mengalami penurunan yang terkendala proses pemenuhan persyaratan penyaluran TKDD. 

Dari sisi moneter, suku bunga acuan diturunkan secara bertahap dari 5,00 persen menjadi 4,50 persen sepanjang triwulan I tahun 2020. Kondisi pasar keuangan global yang tertekan ketidakpastian pandemi menyebabkan nilai tukar Rupiah melemah cukup dalam selama Februari hingga Maret. Namun, inflasi domestik tetap terkandali dan stabil pada kisaran 3±1 persen, meskipun inflasi harga bergejolak mencapai 6 persen. Sektor jasa keuangan cukup terkendali ditopang oleh kondisi permodalan dan likuiditas. 

Kinerja neraca pembayaran Indonesia mengalami defisit disebabkan oleh turunnya surplus neraca transaksi modal dan finansial sejalan dengan ketidakpastian di pasar keuangan global. Sementara itu, defisit neraca transaksi berjalan turun didorong peningkatan neraca perdagangan barang yang lebih besar dari kenaikan defisit neraca jasa. 

Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2020 secara keseluruhan diprediksi terkontraksi yang terutama terjadi di negara-negara maju. Sebagian negara di Asia diprediksi tetap tumbuh positif. Pertumbuhan Indonesia diproyeksi melambat dalam rentang -0,4 hingga 2,3 persen dengan puncak perlambatan pada triwulan II tahun 2020. Perlambatan terjadi pada seluruh komponen pengeluaran terutama konsumsi rumah tangga. Sementara itu, kinerja ekspor dan impor diprediksi terkontraksi pada keseluruhan tahun ini.

 Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Dunia Triwulan I Tahun 2020 : Download

Sourcehttps://www.bappenas.go.id/id/berita-dan-siaran-pers/laporan-perkembangan-ekonomi-indonesia-dan-dunia-triwulan-i-tahun-2020/

 

Memorandum Of Understanding (MoU) Kabupaten Kaur - Kabupaten Muara Enim, Kerjasama pembangunan jalan perbatasan

Bintuhan, bertempat di rumah dinas Bupati Pemerintah Kabupaten Kaur menerima kunjungan kerja dari Pemerintah Kabupaten Muara Enim pada hari rabu (15/7) kemarin. Kunjungan kerja ini dilakukan dalam rangka penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama pembangunan potensi daerah, selain itu kedua belah pihak telah sepakat untuk membuka akses jalan baru yang menghubungkan antara Kabupaten Kaur dengan Kabupaten Muara Enim.

Dari kesepakatan yang dibuat, disetujui pembangunan akses transportasi berupa jalan yang nantinya menghubungkan Kabupaten Kaur dengan Muara Enim. Pembangunan jalan di wilayah Kabupaten Kaur dengan panjang lebih kurang 30 kilometer dari wilayah Kecamatan Padang Guci Hulu ke perbatasan,  dan 30 kilometer dari perbatasan ke pemukiman penduduk di wilayah  Kecamatan Semende Darat Ulu Kabupaten Muara Enim. Dalam sambutannya Bupati Kaur, Gusril Pausi, M.AP menyampaikan : " Atas nama Pemerintah Kabupaten Kaur, kami sangat berbangga dengan kerjasama pembangunan potensi daerah ini, kami harapkan pembangunan akses jalan Kaur - Muara Enim ini nanti berjalan lancar". Menurut Bupati Kaur, Kabupaten Kaur terdiri dari suku Besemah, Semende, dan Bintuhan yang mana secara genealogis mempunyai banyak kesamaan dengan Kabupaten Muara Enim yang juga secara mayoritas terdiri dari Suku Semende.

Pembukaan dan pengembangan ruas jalan baru dari Kaur ke Muara Enim itu menurut Bupati Kaur nantinya diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi yang besar diantara kedua Kabupaten, dikarenakan dengan akses jalan baru ini nantinya komoditas ekspor dari Muara Enim dapat diekspor melalui Kabupaten Kaur khususnya melalui pelabuhan Linau. Selain meningkatkan geliat perdagangan komoditas antar kabupaten, jalan ini nantinya juga diproyeksikan dapat mengurangi kesenjangan antar daerah. "Masyarakat Muara Enim yang ingin berwisata khususnya Wisata Bahari seperti wisata pantai yang sedang booming di Kabupaten Kaur dapat bepergian dengan lebih cepat melalui jalan baru ini, masyarakat antar daerah akan lebih lancar dalam kegiatan perdagangan seperti Kelapa dan Ikan serta produk laut lainnya dari Kabupaten Kaur serta produk buah-buahan dan hasil industri dari Kabupaten Muara Enim" terang beliau.

Selain itu Bupati Kaur menyampaikan bahwa pembangunan jalan antar perbatasan ini akan melalui wilayah hutan lindung, hal ini tentunya memerlukan ijin-ijin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI sehingga diharapkan kedua pihak dapat mempercepat proses ijin pakai lahan jalan tersebut. MoU ini disaksikan oleh Wakil Bupati Kaur Hj. Yulis Suti Sutri beserta seluruh kepala FKPD di lingkup Kabupaten Kaur dan FKPD Kabupaten Muara Enim beserta anggota DPR dari masing-masing Kabupaten.