Keuangan Mikro Dan Pengentasan Kemiskinan Di Daerah Tertinggal

Kemiskinan menjadi suatu topik yang selalu menarik, karena memiliki dimensi yang sangat luas untuk didiskusikan, terlebih hal ini telah menjadi masalah utama bagi bangsa Indonesia yang memiliki  penduduk terbesar  keempat di dunia, dimana  lebih dari separoh penduduknya yaitu sekitar 129 juta orang tergolong miskin dengan pendapatan kurang dari $2 perhari (Obaidullah,2008), dan sebagaian besar penduduk miskin ini hidup dan tinggal di daerah-daerah pedesaan. Maka wajar, kalau PBB pun mengagendakan pengentasan kemiskinan sebagai salah satu  agenda utama dalam the MDGs (Millenium Development Goals). Continue reading

Studi Banding ke Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat

Pemerintah Kabupaten Kaur beberapa waktu yang lalu melakukan Kunjungan Lapangan/ Studi Banding ke Kota Payakumbuh Provinsi Sumatera Barat dalam rangka mempelajari sistem pengelolaan Kelembagaan Keuangan Mikro Agribisnis atau yang lebih di kenal dengan LKM-A.
Tim yang berangkat terdiri dari Bappeda, DPPKAD, Kabag Pembangunan, Kabag Hukum, Kabag Ekonomi, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM dan BPMPKB Kabupaten Kaur.
Dalam kegiatan tersebut Tim berkoordinasi ke Pemerintah Kota Payakumbuh, dan meninjau langsung kegiatan di salah satu lembaga yang sukses dalam pengelolaan keuangan mikro pertanian yaitu LKM-A Pincuran Bonjo yang terletak di Kelurahan Padang Alai Kecamatan Payakumbuh Timur Kota Payakumbuh. Di lembaga ini mereka telah mengintegrasikan lembaga pembiayaan, lembaga pasar/toko terpadu (Sub Terminal Agribisnis) dan lembaga pendidikan petani swadaya menjadi suatu lembaga yang mampu mengangkat petani menjadi petani yang mandiri dengan tingkat perekonomian yang baik.
Selain itu Tim juga berkunjung ke lembaga pembiayaan yang dibentuk oleh Pemerintah Payakumbuh untuk membantu masyarakat memdapatkan fasilitas pembiayaan dengan bunga rendah guna mengatasi terjeratnya masyarakat dari para rentenir. Serta berkunjung ke kelompok masyarakat yang berhasil yang memproduksi makanan-makanan dari Singkong dengan kualitas baik dan mampu menembus pasar luar daerah Payakumbuh.

DSC00319 IMG_4614 IMG_4635 IMG_4646 IMG_4714 IMG_4723 IMG_4745

Semangat Bupati Kaur Membangun Pendidikan di Daerah Tertinggal

Meski berhadapan dengan kondisi wilayah yang berbukit-bukit, hutan-hutan rimba, dan masyarakat yang hidup tersebar, Bupati Kaur, Bengkulu, Hermen Malik tidak putus asa membangun daerahnya. Lewat Buku “Fajar Kebangkitan Pendidikan Daerah Tertinggal, Catatan Pengalaman Kabupaten Kaur, Bengkulu” ia utarakan upaya pemerintahannya mengubah daerahnya menjadi lebih baik. Continue reading