Focus Group Discussion (FGD) Perencanaan Bidang Kemaritiman 2020

Bintuhan, bertempat di Aula Bappeda Litbang Kabupaten Kaur telah dilaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Perencanaan Pembangunan Bidang Kemaritiman dengan tema "Peningkatan Ekonomi Masyarakat Dalam Pengolahan Produk Gurita Tahun 2020". Kegiatan ini dibuka secara langsung oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Kaur Ir. Sulaiman, dan dihadiri oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu Drs. Syafrudin T, APT., MSi. dan Kasubid Fasilitasi Dunia Usaha Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu Ibu Endriani sebagai narasumber. Selain itu juga dihadiri oleh berbagai stake holder terkait, seperti perwakilan dari OPD Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pariwisata, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Kaur, serta dari pihak desa dan  pelaku usaha UKM/UMKM se-kabupaten Kaur.

Dalam sambutannya sekaligus membuka acara, Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Kaur Ir. Sulaiman menerangkan bahwa Bappeda Litbang sebagai inisiator dan fasilitator dalam pengembangan usaha mengharapkan dan mendorong tumbuhnya usaha-usaha baru khususnya untuk Usaha Kecil Menengah (UKM)/ Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Kaur khususnya yang bergerak di bidang produksi dan pengemasan makanan Gurita sebagai ikon dari Kabupaten Kaur.

Adapun tata cara memperoleh rekomendasi Kepala Balai POM dalam rangka pendaftaran PSB Produk Pangan, dalam paparannya Kepala BPOM Provinsi Bengkulu menerangkan bahwa secara detil bahwa mengurus perijinan di BPOM itu sangat mudah, asalkan persyaratan yang di tentukan BPOM telah dipenuhi dan  pengurusan ini bersifat gratis alias tidak dipungut biaya. Perijinan yang dapat diproses adalah perijinan dengan skala nasional seperti perijinan dengan label MD untuk produk yang berasal dari dalam negeri, serta label ML untuk produk yang berasal dari luar negeri. Sedangkan untuk produk lokal dalam daerah dan masih dalam skala kecil dapat menggunakan ijin P-IRT (Perijinan Industri Rumah Tangga) yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan setempat. Selain itu beliau juga menyampaikan dan menerangkan prinsip-prinsip dasar yang penting didalam cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) seperti Lokasi dan Lingkungan Produksi, Peralatan Produksi, Fasilitas dan kegiatan Hygiene sanitasi, penyimpanan, pelabelan dan lainnya khususnya didalam pangan olahan gurita yang dicanangkan oleh Bappeda Litbang khususnya Gurita Kaleng.

Sedangkan dalam paparan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang disampaikan, lebih menyoroti dukungan pemerintah dalam hal fasilitasi merek, Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI),  serta sertifikasi Halal. Dalam paparannya beliau menyampaikan agar dalam setiap produk dalam melakukan usaha baik merek ataupun paten agar didaftarkan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (Ditjen KI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), karena apabila sudah didaftar dan sah secara hukum maka produk akan mendapat proteksi dari negara. Selain itu beliau menyampaikan untuk sertifikasi Halal, kini telah dibawah naungan Kementerian Agama. Apabila masyarakat ingin difasilitasi dalam pelabelan/merek serta sertifikasi Halal produk mereka maka Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu siap menfasilitasi dan membantu mereka. 

 

Print