Pantai Laguna Ujung Lancang
Wisata Bahari yang sedang populer saat ini.
Pantai Way Hawang
Wisata Pantai, Taman Wisata Alam Way Hawang yang erat dengan kisah lama si Pahit Lidah....
Rapat Monev Tw II 2018
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Kaur, Bappeda Litbang Kaur menyelenggarakan Rapat Monitoring dan Evaluasi Pengendalian dan Pelaporan Pelaksanaan Kegiatan Kabupaten Kaur Triwulan II Tahun Anggaran 2018.....
Focus Group Discussion (FGD) Pengentasan Desa Tertinggal Kabupaten Kaur
Seminar Laporan Akhir Ripparkab Kaur
Demo pra Launching Aplikasi E-Government
Konsultasi Publik Review RPJMD Kaur
Ekspose Renja Tahun Anggaran 2019
Forum Perencanaan Percepatan Pembangunan Bengkulu (FP3B) Kabupaten Kaur 2018
Malam Ramah-tamah Pembukaan FP3B Kaur

Pantai Laguna

Pantai Laguna Ujung Lancang terletak di desa Merpas, kecamatan Nasal dikenal dengan Nama Pantai Laguna Samudera Kabupaten Kaur  merupakan pantai yang memiliki daya tarik berupa pantai yang indah, landai serta berpasir putih dengan air laut yg jernih.

Pantai Laguna Samudra ini ini terletak dipesisir Pantai desa Merpas kecamatan Nasal Kabupaten Kaur sekitar 25 Km dari kota Bintuhan ke arah Propinsi Lampung. Pantai yang merupakan objek wisata andalan pariwisata kabupaten Kaur ini telah menjadi tujuan wisata wisatawan lokal baik dari Bengkulu maupun dari Propinsi lampung , Jakarta dan Sumatra Selatan. Fasilitas yang tersedia di pantai Laguna Ujung Lancang berupa penginapan yg kini telah memiliki fasilitas okomodasi  hunian  sebanyak 17 kamar yg semuanya menghadap ke samudra lepas , toilet dan fasilitas parkir yg dapat menampung 100 lebih kenderaan bermotor. Kedepannya objek wisata Pantai ini akan dijadikan wisata uggulan yang diharapkan akan menarik lebih banyak lagi pengunjung khususnya dari propinsi tetanggga lainnnya. Sayang tempat wisata Pantai Laguna ini masih dikelola oleh Pengelola swasta, sehingga belum maksimal memberikan  Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Kabupaten Kaur.

Pengelola Objek Wisata Pantai laguna Samudra Kabupaten Kaur yang berasal dari Lampung menjelaskan  dengan di bukanya objek wisata ini sejak beberapa tahun lalu, objek wisata ini semakin berkembang dan banyak melibatkan masyarakat desa dalam mengelola tempat wisata ini sehingga dapat meningkatkan PAD desa khususnya masyarakat desa Merpas.

Menurut Pengelola Objek Wisata setiap akhir pekan banyak wisatawan domestik asal Kota Bengkulu, Kota Pagar Alam, Kabupaten Lahat dan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan  yg berkunjung dan bermalam di Pantai Laguna untuk berwisata dan  menikmati terbit dan tenggelamnya matahari.

Wisata Pantai Way Hawang, Legenda Perahu yang menjadi Batu

Pantai Way Hawang terletak di Desa Way Hawang, sekitar 15 km arah timur Kota Bintuhan Kabupaten Kaur. Adapun yang menjadi daya tarik utama dari objek wisata ini adalah Batu Jung, yang terlihat mencolok berada di tengah laut yang berjarak sekitar 200 meter dari bibir pantai. adanya Batu Jung ini membuat pemandangan di sekitar pantai menjadi lebih indah dan eksotis.

Selain keindahan Hamparan Pasir Putih serta birunya air laut yang disajikan, salah satu tempat wisata Bahari yang akan kita jumpai di pantai Way Hawang yang terletak di Desa Way Hawang yang tak jauh dari di tepi jalan lintas Bengkulu-Lampung ini menyimpan Mitos adanya Kutukan Si Pahit Lidah. Adapun cerita awal mulanya kutukan Si Pahit Lidah ini mempunyai banyak versi yang berkembang di masyarakat sebagai salah satu cerita turun temurun (Folklore) yang berkembang di masyarakat, sehingga antar generasi terjadi perubahan cerita sedikit demi sedikit. Berikut salah satu versi cerita yang berkembang di masyarakat.

Mitos Kutukan sipahit lidah yang berada di lokasi wisata Bahari Pantai Wayhawang ini bernama “BATU JUNG”, Jung dalam bahasa setempat adalah kapal atau perahu. Objek batu karang yang berbentuk seperti kapal atau perahu yang berada  ditepi pantai wayhawang kecamatan maje kabupaten kaur, dipercayai bahwanya berasal dari sebuah kapal, yang berubah menjadi batu karena kutukan sipahit lidah. Menurut cerita yang ada di kalangan masyarakat kaur, dahulunya terdapat sebuah kapal saudagar yang sedang berlabuh di daerah kaur, lantas datanglah seorang seorang yang terkenal kesaktiannya berjuluk “Si Pahit lidah” yang berjalan disekitar tepi pantai. Si Pahit Lidah ingin meminta sesuatu pada si saudagar pemilik kapal namun, permintaan Si Pahit Lidah tersebut tidak dihiraukan oleh saudagar pemilik kapal. Sehingga, Si Pahit Lidah murka dan dikutuknyalah kapal itu menjadi batu, maka berubahlah kapal tersebut menjadi batu. Jika dilihat, bentuk batu tersebut sepintas mirip sekali dengan sebuah kapal/perahu.