Pantai Laguna Ujung Lancang
Wisata Bahari yang sedang populer saat ini.
Pantai Way Hawang
Wisata Pantai, Taman Wisata Alam Way Hawang yang erat dengan kisah lama si Pahit Lidah....
Rapat Monev Tw II 2018
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Kaur, Bappeda Litbang Kaur menyelenggarakan Rapat Monitoring dan Evaluasi Pengendalian dan Pelaporan Pelaksanaan Kegiatan Kabupaten Kaur Triwulan II Tahun Anggaran 2018.....
Focus Group Discussion (FGD) Pengentasan Desa Tertinggal Kabupaten Kaur
Seminar Laporan Akhir Ripparkab Kaur
Demo pra Launching Aplikasi E-Government
Konsultasi Publik Review RPJMD Kaur
Ekspose Renja Tahun Anggaran 2019
Forum Perencanaan Percepatan Pembangunan Bengkulu (FP3B) Kabupaten Kaur 2018
Malam Ramah-tamah Pembukaan FP3B Kaur

Berita

Ekspose Akhir Penyusunan Master Plan dan Perencanaan Teknis Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Kaur TA 2018

Bintuhan, bertempat di aula Kantor Bappeda Litbang Kabupaten Kaur pada hari jum'at  Bappeda Litbang Kabupaten Kaur bekerjasama dengan PT. Surya Cipta Engineering selaku konsultan, mengadakan kegiatan rapat "Ekpose Akhir Penyusunan  Master Plan dan Perencanaan Teknis Gedung Olahraga (GOR) Kabupaten Kaur 2018". Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Kaur, Hendris, SE.MM. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan seluruh OPD, Camat se-Kabupaten Kaur, dan para Kabag di lingkungan Sekretariat Daerah Pemda Kaur (19/10).

Dalam sambutannya Sekretaris Bappeda Litbang Kaur mengemukakan guna meningkatkan prestasi serta kepedulian masyarakat dalam berolahraga perlu didukung oleh campur tangan dari pemerintah, serta kemandirian masyarakat dalam berolahraga. Wujud campur tangan yang dapat dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam hal ini dapat berupa penyediaan Fasilitas‐fasilitas Olahraga seperti  Pembangunan Gedung Olahraga (GOR) yang berada di Kabupaten Kaur, untuk mendukung kegiatan olahraga masyarakat di Kabupaten Kaur dalam rangka meningkatkan taraf kesehatan hidup masyarakat. Diharapkan dengan selesainya pembuatan Master Plan dan Perencanaan Teknis/Detail Engineering Design (DED) GOR ini akan memudahkan Pemerintah Kabupaten Kaur, untuk melaksanakan program pembangunan GOR kedepannya. Sebagaimana diketahui bahwa untuk pengusulan pembangunan GOR ini akan diajukan ke pusat, pemerintah pusat dalam menerima usulan dari daerah hanya akan memprioritaskan usulan daerah yang telah dilengkapi oleh dokumen pendukung seperti Master Plan dan Perencanaan teknis (DED) tersebut. 

Dari sesi diskusi yang telah dilakukan didapatkan juga informasi dari pihak konsultan bahwa berdasarkan perencanaan teknis mereka diperkirakan untuk pembangunan GOR ini akan menelan dana sekitar 18 Miliar Rupiah. Sehingga dari Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kaur yaitu oleh Kepala Dinas, Azwar, S.Sos. menyampaikan bahwa pagu anggaran Gedung Olahraga (GOR) ini tentu tidak akan mampu didanai oleh APBD Kabupaten Kaur dalam satu tahun dikarenakan oleh keterbatasan anggaran APBD itu sendiri. Beliau menjelaskan bahwa dari hasil koordinasi dan konsultasi beliau ke Kementerian Pemuda dan Olahraga RI diketahui bahwa pagu anggaran maksimal yang bisa dibantu oleh Pemerintah Pusat (Kemenpora) adalah sebesar 15 Miliar. 

Ekspose Rencana Kerja Tahun Anggaran 2019 Kabupaten Kaur

Bintuhan, bertempat di Ruang Kerja Bupati Kaur (17/10), kegiatan Ekspose Rencana Kerja TA 2019 OPD se-Kabupaten Kaur dipimpin langsung oleh Bupati Kaur Gusril Pausi, S.Sos , dalam rangka penyusunan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah  (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Kabupaten Kaur Tahun Anggaran 2019. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diwajibkan untuk mengekspose/memaparkan Rencana Kerja Tahun Anggaran 2019 berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategis (Renstra) masing-masing OPD kepada Bupati Kaur dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Adapun Kegiatan Ekspose ini sendiri, direncanakan akan diselenggarakan hingga tanggal 26 Oktober 2017. 

Kegiatan Ekspose ini dilakukan agar supaya kegiatan pembangunan di Kabupaten Kaur dapat berjalan dengan baik, terukur dan terarah sesuai dengan program prioritas yang telah ditentukan sebelumnya dengan berdasarkan visi dan misi Kabupaten Kaur 2016-2021 yang tertuang didalam RPJMD. Dalam arahannya Bupati mengemukakan bahwa dengan adanya ekspose Renja ini akan mengubah pola perencanaan dan penganggaran pembangunan yang selama ini dilakukan dengan cara Money Follow Function menjadi Money Follow Program sehingga pengalokasian  anggaran prioritas untuk suatu program kerja akan lebih terukur dan jelas didalam melaksanakan pembangunan. 

Perubahan sistem agar menjadi lebih efektif dan efisien, apalagi dalam konteks Daerah Kabupaten Kaur, tentu butuh waktu yang tak singkat untuk mengubah mesin birokrasi yang telah terbiasa bergerak ke arah tertentu dengan kecepatan tertentu. Contohnya, dalam hal perencanaan dan penganggaran program-program pembangunan daerah. Dalam melaksanakan perencanaan pembangunan setiap OPD tentunya mempunyai  program prioritas masing-masing yang berbeda antar satu OPD dengan yang lainnya, hal ini tentunya apabila dilakukan dengan tidak adanya acuan dan arahan dari Bupati sebagai Kepala Daerah akan berjalan dengan sendiri-sendiri dan tidak terkait satu sama lain atau terintegrasi.

Dengan adanya arahan Bupati sebagai acuan untuk merumuskan program-program prioritas setiap OPD se-Kabupaten Kaur, dengan difasilitasi oleh Bappeda Litbang yang menurunkan atau menerjemahkannya menjadi program-program kegiatan yang lebih rinci. Sehingga pendekatan ini juga memaksa setiap OPD yang biasa bekerja sendiri-sendiri untuk berkoordinasi dari sejak awal perencanaan. Sebagai contoh, Dinas Pertanian harus berkoordinasi untuk memastikan sawah-sawah yang hendak dicetak akan dialiri air yang berasal dari sistem irigasi dan bendungan yang akan dibangun dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Fakta yang terjadi di masa lalu, bisa terjadi sawah yang dicetak berbeda lokasi dengan bendungan. Hal-hal semacam ini tentu tak boleh terulang kembali.